Dalam surah Asy-Syu’araa ayat 52-60, Allah mengisahkan bagaimana Nabi Musa dan kaumnya keluar dari mesir atas perintah Allah Ta’ala.
Hal itu diketahui Fir’aun yang mana membuat kemarahannya semakin memuncak. Ia menyiapkan pasukannya untuk mengejar Nabi Musa dan kaumnya.
Nabi Musa beserta kaumnya yang beriman pun melarikan diri dari kejaran Fir’aun dan pasukannya. Namun kemudian mereka menemukan lautan yang terbentang luas di hadapannya, sementara di belakang mereka ribuan pasukan Fir’aun yang siap dengan pedang terhunus. Melihat di hadapan mereka jalan tertutup oleh lautan, dengan takut dan putus asa kaumnya mengadu kepada Nabi Musa dengan berkata :
إِنَّا لَمُدْرَكُونَ
“Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.” (QS:Asy-Syu’araa: 61).
Di saat situasi sulit dan terjepit seperti itu, Nabi Musa menjawab dengan tenang dan keyakinan kuat :
قَالَ كَلاَّ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ
Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”. (QS:Asy-Syu’araa | Ayat: 62).
Maka tatkala Fir’aun dan pasukannya semakin mendekat, sementara Nabi Musa dan kaumnya semakin terdesak ke bibir pantai, Allah memwahyukan kepada Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut. Atas kehendak Allah, lautan pun terbelah.
Mereka menyebrang dengan selamat, sementara Fir’aun dan bala tentaranya tenggelam di laut.
Nabi Musa ‘alaihissalam begitu yakin, bahwa Allah tidak menyia-nyiakan hamba yang senantiasa menjaga hak Allah.
احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ
“Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu.” (HR. At-Tirmidzi)
Di saat kesulitan melanda, di saat hati telah merasa putus asa, maka yang diharap hanyalah pertolongan dan penjagaan Allah. Kita hamba yang lemah, kita butuh kepada Allah di setiap aktivitas kita, bahkan dalam diam pun kita butuh terhadap penjagaan Allah.
Seorang hamba yang senantiasa menjaga Allah dengan menjaga hak, perintah, dan larangan-Nya juga akan dijaga Allah, Allah akan membalasnya dengan penjagaan, dan penjagaan Allah tentu lebih baik.
فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا
“Allah adalah sebaik-baik penjaga” (QS. Yusuf: 64)
Wallahu a’lam.[]
Sumber artikel: wiz.or.id
