Kita sering lupa bahwa setiap rupiah yang kita bawa pulang adalah penyambung napas bagi keluarga di rumah. Namun, terkadang saat lelah datang, kita justru sibuk mencaci tempat yang memberi kita makan.
Ibarat menimba air di sebuah sumur, sangat tidak bijak jika kita meminum airnya namun meludahi dasarnya. Tempat kerja mungkin tidak sempurna, tapi di sanalah doa-doa kita tentang cicilan, biaya sekolah, dan dapur yang mengepul dikabulkan oleh Tuhan.
Menjelekkan tempat mencari nafkah hanya akan mengikis keberkahan rezeki itu sendiri. Jika sudah tak nyaman, bicarakan atau pergilah dengan elegan. Jangan mengeluh di koridor yang sama tempatmu menjemput harapan.
Hargai “dapurmu”, karena di luar sana, banyak orang yang rela bertukar posisi denganmu hanya demi bisa bertahan hidup.
