AKU RINDU SUAMIKU

Ramadan tahun ini terasa berbeda; tidak ada lagi suara yang membangunkan sahur, atau diskusi kecil tentang menu berbuka yang biasanya memenuhi ruang makan. Kursi di seberangmu mungkin kosong, tapi ketahuilah bahwa ruang di hatimu sedang dipersiapkan untuk kekuatan yang lebih besar.

Ada luka yang mungkin kembali berdenyut saat melihat keluarga lain utuh di saf salat tarawih, namun di titik inilah kamu sedang menulis bab kepasrahan yang paling jujur. Menjalani Ramadan “sendiri” bukan berarti kamu ditinggalkan oleh keberkahan; justru saat ini, setiap lelahmu saat menyiapkan sahur sendirian adalah ibadah yang catatannya langsung sampai ke Langit tanpa perantara.

Untukmu yang sedang berjuang menelan sepi di sela tegukan air azan Magrib, kamu adalah definisi tangguh yang sesungguhnya. Allah tidak pernah salah menempatkan pundak untuk memikul ujian, dan Dia tahu bahwa pundakmu cukup kuat untuk melewati bulan suci ini meski tanpa sosok sandaran manusia.

Tidak ada yang salah dengan kesendirianmu hari ini. Kamu hebat. Luar biasa. Semoga kelak kamu dipertemukan dengan mendiang kembali di surga-Nya. Dalam balutan kelambu surgawi. Dalam desir cinta yang senantiasa abadi.

Home
Donasi
Zakat
Rekening