Tujuan utama eksistensi manusia dan jin di dunia ini tidak lain adalah untuk mendedikasikan seluruh hidup hanya demi beribadah kepada Allah Ta’ala. Hal ini selaras dengan penegasan-Nya dalam Al-Qur’an surah Adz-Dzariyat ayat 56, yang menjadi landasan utama bahwa misi penciptaan makhluk adalah untuk mengesakan-Nya melalui tauhid—bentuk penghambaan yang paling mulia.
Lebih jauh lagi, ayat ini menekankan pentingnya sinergi antara ilmu dan perbuatan. Setelah seseorang memahami hakikat penciptaannya melalui ilmu, maka langkah selanjutnya yang tak kalah krusial adalah mengamalkannya.
Ilmu tanpa amal ibarat sebuah pohon yang ditanam namun tidak pernah berbuah; sia-sia. Oleh karena itu, mencari ilmu sejatinya merupakan sarana untuk memperbaiki kualitas ibadah, karena amal nyata adalah buah yang paling berharga dari pengetahuan yang telah dipelajari.
