Wiz.or.id Gaza, Palestina – Di balik reruntuhan yang membisu, tersimpan jerit tanpa suara dari jutaan jiwa yang kini hanya bergantung pada langit dan uluran tangan sesama. Perang mungkin telah mereda dalam narasi berita, namun di atas tanah Gaza yang gersang, pertempuran melawan lapar, haus, dan ketiadaan tempat tinggal baru saja dimulai.
Kondisi di lapangan saat ini benar-benar menguji batas kemanusiaan kita. Kehidupan berjalan begitu berat; akses terhadap air bersih menjadi barang mewah, makanan bergizi adalah mimpi yang sulit digapai, dan tenda-tenda tipis menjadi satu-satunya pelindung dari cuaca yang tak menentu. Tantangan pasca-perang ini jauh lebih kompleks dari yang kita bayangkan.
Syekh Habibullah, mitra lokal WIZ dan KITA Palestina, yang berdiri di garda depan penyaluran bantuan, memberikan gambaran memilukan tentang realitas yang dihadapi warga Gaza. Tantangan kebutuhan pokok—mulai dari pangan hingga tempat bernaung—masih sangat besar dan mendesak.
“Kami sangat berharap akan ada lebih banyak dukungan dan kemurahan hati dari saudara-saudara di Indonesia. Setiap bantuan yang datang bukan sekadar materi, melainkan napas kehidupan untuk meringankan penderitaan luar biasa yang mereka alami,” ungkapnya dengan nada penuh empati, Sabtu (21/2/2026).
Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) dan KITA Palestina terus berupaya memastikan bahwa amanah dari masyarakat Indonesia sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan. Upaya ini adalah jembatan kasih sayang yang membuktikan bahwa jarak ribuan kilometer tidak mampu memutus ikatan persaudaraan.
“Kami haturkan terima kasih yang tak terhingga atas segala pengorbanan dan upaya yang telah dilakukan oleh para donatur sejauh ini. Semoga Allah Ta’ala memberkati setiap langkah dan keringat yang dicurahkan untuk Gaza.” Kata Direktur WIZ, Syahruddin.
Namun, perjuangan ini masih panjang. Kami mendesak masyarakat Indonesia untuk kembali mengetuk pintu nurani, meningkatkan dukungan, dan meluaskan kedermawanan. Saudara-saudari kita di Gaza sedang tidak baik-baik saja, dan mereka menanti uluran tangan kita untuk kembali tegak berdiri.