Seringkali semangat kita menggebu di awal, namun perlahan meredup saat mendekati garis finish. Padahal, Imam Ibnu Jauzi rahimahuLlah mengingatkan bahwa akhir Ramadan seharusnya menjadi puncak kesungguhan kita dalam beramal. Ada dua alasan besar yang mendasarinya: pertama, adanya kemuliaan malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan, dan kedua, karena ini adalah momen perpisahan yang menyesakkan dada. Kita tidak pernah tahu apakah napas ini masih akan sampai untuk memeluk Ramadan di tahun yang akan datang.
Oleh karena itu, mari kencangkan kembali ikat pinggang dan fokuskan ibadah di sepuluh malam terakhir ini. Jangan biarkan kesibukan duniawi mengalihkan perhatian kita dari mengejar ampunan dan keberkahan yang berlipat ganda.
Jadikan setiap sujud dan doa kita di pengujung bulan ini sebagai pembuktian cinta kepada Sang Khalik, seolah-olah ini adalah kesempatan terakhir kita untuk mengetuk pintu langit sebelum sang tamu agung benar-benar berlalu.
