Seringkali kita merasa ngeri membayangkan dosa-dosa besar yang kasatmata merusak kehormatan, namun tanpa sadar kita justru membiarkan tiang utama bangunan iman kita roboh perlahan-lahan. Ketahuilah, bahwa salat bukan sekadar rutinitas gerak tubuh, melainkan tali penghubung rahasia antara hamba dengan Sang Khaliq; ia adalah batas suci yang membedakan cahaya iman dari gelapnya kekufuran.
Jika zina menghancurkan martabat diri, maka meninggalkan salat secara sengaja adalah bentuk pengabaian paling lara terhadap undangan Allah, sebuah kerugian yang dampaknya melampaui segala kengerian azab duniawi.
Maka, sebelum napas sampai di tenggorokan, mari kita dekap kembali setiap rakaat dengan sepenuh hati, sebab tanpa salat, di manakah lagi kita akan meletakkan kening ini untuk mengadu saat beban hidup terasa menghimpit jiwa?
