Terkadang kita terlalu sibuk menanti puncak Zulhijah hingga lupa bahwa pintu kemuliaannya sudah terbuka sejak Zulqa’dah. Sebagai salah satu dari empat bulan yang disucikan Allah (Al-Asyhurul Hurum), Zulqa’dah adalah waktu di mana kedamaian dijunjung tinggi dan setiap amal kebaikan memiliki nilai yang istimewa.
Mengapa disebut bulan yang dilalaikan? Karena posisinya berada di antara kemeriahan Syawal dan kekhusyukan Iduladha. Padahal, Rasulullah ﷺ secara eksplisit menyebutkan keutamaannya dalam hadis muttafaq ‘alaih:
“Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Zulqa’dah, Zulhijah, dan Muharam. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhar…”
Di bulan ini, mari kita “beristirahat” dari segala bentuk maksiat dan perselisihan. Mari kembali duduk tenang, menata hati, dan memperbanyak zikir. Jangan biarkan kesucian bulan ini lewat begitu saja tanpa menambah timbangan pahala kita.
Apa persiapanmu di bulan mulia ini?
