Pernah nggak sih ngerasa capek banget karena pengen semuanya berjalan sesuai rencana kita? Pengen pegang kendali atas opini orang, masa depan, sampai hal-hal kecil yang sebenarnya di luar kuasa kita. Padahal, tangan kita cuma dua, dan kapasitas hati kita pun terbatas.
Memaksa menggenggam semuanya cuma bakal bikin jemari kita luka dan hati kelelahan. Kadang, “melepaskan” bukan berarti menyerah, tapi bentuk kepercayaan penuh kita kepada Sang Pemilik Skenario Terbaik.
Kalau hari ini ada yang nggak sesuai harapan, atau ada yang hilang dari genggaman, ingat lagi janji-Nya: La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Jangan bersedih, Allah bareng kita. Dia tahu mana yang perlu tetap ada dan mana yang memang harus kita relakan supaya tangan kita cukup lapang untuk menerima kejutan-kejutan indah lainnya.
Yuk, tarik nafas dalam-dalam. Lepasin pelan-pelan apa yang bikin sesak. Biar Allah yang atur sisanya.
