Ada kalanya aku merasa begitu kecil dan malu untuk sekadar menengadah. Saat fajar menyapa, namun aku masih terlelap dalam kelalaian, mengabaikan panggilan yang seharusnya menjadi prioritasku. Aku merasa telah mengecewakan-Nya, mengkhianati janji untuk menjadi hamba yang lebih baik.
Namun, yang membuat hatiku bergetar adalah kenyataan bahwa Dia tidak lantas memutus nikmat-Nya.
Pagi itu, paru-paruku masih diizinkan menghirup udara dengan bebas. Jantungku masih berdetak dengan ritme yang teratur. Cahaya matahari masih dibiarkan menghangatkan kulitku. Seolah Dia ingin berbisik, “Kembalilah, pintu-Ku selalu terbuka.”
Adakah cinta yang lebih tulus dari ini? Saat kita berkali-kali lupa, namun Dia tidak pernah sedetik pun memutus penjagaan-Nya.
Terima kasih, Ya Rabb, untuk nafas dan kesempatan yang masih Engkau beri, meski aku seringkali tak tahu diri.
#wahdahinspirasizakat #muhasabah #pengingatdiri #cintaallah #fajar #syukur #hamba #ampunan #kontemplasi
