Seringkali kita terjebak dalam angka-angka. Merasa bahwa ketenangan hanya bisa dibeli dengan nominal yang melimpah, hingga kita lupa bahwa hakikat rezeki bukan soal seberapa banyak yang tergenggam, melainkan seberapa tenang hati saat menerimanya.
Dulu, mungkin kita hanya meminta untuk dimudahkan urusan dunia. Namun seiring langkah yang kian jauh, kita sadar bahwa yang paling kita butuhkan adalah rasa cukup.
Cukup yang membuat kita tidak perlu menggantungkan harapan pada pundak manusia. Cukup yang menjaga harga diri kita tetap tegak di hadapan-Nya. Dan cukup yang membentengi hati agar tidak silau oleh gemerlap yang haram, meski ia datang dengan cara yang terlihat begitu menawan.
“Ya Rabb, cukupkanlah aku dengan yang halal, agar aku tidak perlu meminta-minta kepada manusia…”
Karena pada akhirnya, rezeki paling berkah adalah keyakinan yang kokoh bahwa Dia tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya berjalan sendirian. Biarlah hati ini hanya berlabuh pada janji-Nya, bukan pada kepalsuan dunia yang sementara.
Sebab yang halal membawa tenang, dan yang cukup membawa senang.
