Menakar Ulang Rasa Percaya

“Bentuk dari yakin kepada Allah itu tenang, kalau masih gelisah artinya kamu belum yakin.”

Pernah gak sih, lisan ini berucap “Sudah ikhlas, sudah pasrah sama Allah,” tapi di dalam hati, pikiran masih overthinking miring ke sana kemari? Jujur, sering banget kita semua terjebak di fase itu. Merasa sudah berserah diri, tapi tidurnya masih gak nyenyak, hatinya masih ketar-ketir nungguin hari esok.

Pas baca kalimat ini, rasanya bener-bener kayak kesentil sekaligus tertampar. Pengingat yang halus tapi nembus banget ke relung hati. Ternyata, standar “yakin” yang dijalani selama ini mungkin baru sebatas di lisan saja, belum benar-benar meresap sampai ke dalam jiwa.

Sebab kalau hati ini sudah full percaya sama skenario-Nya, harusnya bonus yang didapat adalah rasa tenang. Tenang karena tahu Allah gak akan pernah keliru, tenang karena tahu semua ketetapan-Nya pasti membawa kebaikan.

Jadi, kalau hari ini rasa gelisah itu datang lagi, yuk bersama-sama kita perbaiki lagi kualitas iman dan sandaran kita. Pelan-pelan ditata hatinya, karena menyerahkan urusan kepada Pemilik Semesta itu harusnya bikin lega, bukan malah makin tersiksa.

Breathe in, breathe out. Yuk, kita belajar beneran yakin.

Home
Donasi
Zakat
Rekening