Piala Dunia 2026 resmi dimulai, mata dunia tertuju pada kemegahan stadion dan sorak-sorai gol. Tapi jujur, saat kita bersorak merayakan kemenangan tim favorit, apakah nurani kita ikut terbius sampai melupakan mereka yang masih berjuang bertahan hidup di bawah reruntuhan di Palestina?
Sementara kita menghitung skor pertandingan, saudara-saudara kita di Palestina masih menghitung jumlah korban jiwa yang terus berjatuhan setiap harinya. Gempitanya stadion jangan sampai meredam jeritan minta tolong dari Gaza. Hiburan tentu boleh dinikmati, tapi empati tidak boleh mati.
Mari jadikan momentum Piala Dunia 2026 ini bukan sebagai pengalih perhatian, melainkan sebagai panggung yang lebih besar untuk menyuarakan kemanusiaan. Gunakan atributmu, suarakan lewat mediamu, dan selipkan doa di setiap jeda pertandingan.
Kemanusiaan di atas sepak bola. Jangan biarkan lampu stadion membutakan mata kita dari genosida yang belum usai.
