Kita sering merasa lelah mengejar angka di slip gaji, seolah semua harta itu adalah milik kita seutuhnya. Padahal, pekerjaan hanyalah jalan, dan gaji hanyalah angka yang “mampir”.
Rezeki itu unik. Jika hanya disimpan, ia bisa habis oleh biaya tak terduga. Namun jika disedekahkan, ia justru “mengunci” keberkahan kerja kerasmu.
Ingat, ada hak orang lain dalam setiap tetes keringatmu. Jangan hanya sibuk mengisi kantong hingga penuh, tapi lupa membersihkannya. Karena pada akhirnya, harta yang benar-benar milik kita bukanlah yang kita pamerkan, tapi yang sudah kita berikan.
