Bola Itu Bundar, Hati Harus Lapang

Final baru saja usai. Riuh penonton perlahan mereda. Tapi, ada satu pemandangan di lapangan yang tertinggal di kepala kita: soal nama di punggung baju.

Ridho. Dan Iklas.

Nama pemain yang seakan menjadi ringkasan dari seluruh isi kitab kehidupan.

Hidup ini memang sering kali mirip pertandingan bola. Kadang kita di atas, disambut sorak-sorai, memegang piala kemenangan. Di saat itulah kita diuji: sanggupkah kita ridho, menerima bahwa semua itu adalah titipan, tanpa perlu sombong?

Tapi, hidup juga tidak selalu ramah. Ada kalanya kita jatuh tertatih, kalah, kebobolan di menit-menit akhir. Rasanya sesak. Di sinilah ujian yang sebenarnya: ikhlas. Menerima kekalahan dengan dada bidang, menyalami lawan yang menaklukkan kita, lalu bangkit lagi di pertandingan berikutnya.

Sepak bola selalu punya cara untuk mengajari kita berfilsafat tanpa harus duduk di ruang kuliah yang pengap.

Bagaimana dengan hari Anda? Menang atau kalah, yang penting tetap melangkah.

Home
Donasi
Zakat
Rekening