Ada luka yang terlalu dalam untuk diceritakan ke manusia, tapi terlalu rindang untuk dibawa ke dalam sujud…
Perempuan itu seringkali memilih diam. Bukan karena gak punya kata-kata, tapi karena dia tahu, gak semua hati manusia bisa memahami apa yang sedang dia lalui. Maka, dia memilih meluapkannya di atas sajadah, memperlama sujud terakhirnya, tempat di mana dia merasa paling dekat dan paling didengar.
Di saat batin terasa lelah dan terluka, cobalah berbisik lirih:
“Khususon illa ruhi fil jasadi, ya Allah sembuhkanlah ruh ku dari apa yang membuatnya sakit.”
Menangislah sepuasmu di sana, tumpahkan semua sesakmu. Biarkan Allah yang memeluk jiwamu dan menyembuhkan luka-luka yang tak terlihat itu. Kamu kuat, dan kamu gak sendirian.
