Mata kita sering kali terlalu tajam melihat retak di dinding rumah tetangga,
hingga lupa bahwa fondasi rumah sendiri sedang lapuk digerogoti usia.
Sibuk menjadi juri atas alur hidup orang lain hanyalah cara halus batin kita melarikan diri dari kenyataan bahwa ada banyak cela dalam diri yang belum sempat dibenahi.
Menyadari kekurangan diri bukan berarti mengutuki diri sendiri dengan penyesalan yang melumpuhkan, melainkan menyalakan pelita pembenahan.
Saat energi dan perhatianmu dialihkan sepenuhnya untuk merawat cacat jiwamu,
engkau tak lagi memiliki tersisa waktu maupun hasrat untuk menghakimi cacat sesamamu. Di situlah ruang dadamu menjadi lapang, bersih dari kedengkian,
dan terisi oleh kedamaian muhasabah kejujuran
#wahdahinspirasizakat#TazkiyatunNafs#MuhasabahDiri#SastraRuhani#JagaHati#PenerimaanDiri#SelfReflectionIslam#BersihJiwa#KetenanganBatin
