Tanah air yang seharusnya menjadi tempat teraman, kini menjelma menjadi sumber ketakutan. Mereka terpaksa melarikan diri, namun pelarian itu sendiri adalah siksaan baru: berteman akrab dengan kelaparan, penyakit yang mengintai, dan ketakutan yang tak pernah hilang.
Bayangkan anak-anak yang seharusnya bermain, kini harus menatap masa depan dengan mata penuh trauma. Wanita-wanita tangguh berjuang sekuat tenaga hanya untuk sekadar bertahan hidup di tengah kondisi yang sangat serba terbatas. Kehilangan rumah, harta benda, dan rasa aman adalah kenyataan pahit yang harus mereka telan setiap hari. Proses perpindahan mereka penuh liku dan penderitaan, mengangkut apa yang tersisa dari kehidupan mereka di bawah terik matahari dan ancaman bahaya.
Kini mereka bertahan di bawah tenda-tenda darurat yang jauh dari kata layak. Di mana kepedulian kita, wahai saudara Muslim? Doa dan uluran tangan kita adalah harapan tipis bagi mereka untuk terus bertahan. Mari kita tunjukkan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi ujian berat ini.
Mari kita sebarkan kepedulian. Doakan mereka, dan jika mampu, berikan bantuan terbaik kita. Ingatlah, “Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya.”


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.