Seringkali, badai besar dalam rumah tangga tidak diawali oleh petir yang menggelegar, melainkan oleh rintik-rintik kecil yang kita biarkan masuk melalui celah jendela yang terbuka.
Benarlah kata pepatah hati, bahwa perselingkuhan terkadang bermula dari sebuah kenyamanan yang salah alamat. Bermula dari telinga yang terlalu terbuka mendengar keluh, dan lisan yang terlalu ringan mengurai rahasia kepada mereka yang bukan mahramnya. Kita menyebutnya “sekadar teman curhat”, namun syaitan membisikkannya sebagai “pintu masuk” menuju khianat.
“Janganlah engkau mendekati zina…” (QS. Al-Isra: 32).
Ayat ini tidak hanya melarang tujuannya, tapi juga melarang setiap langkah kecil yang mendekatinya. Curhat yang melampaui batas adalah salah satu langkah itu. Rasa nyaman yang tumbuh di tempat yang salah adalah api yang perlahan menghanguskan taman-taman sakinah di rumah kita sendiri.
Jangan tertipu pada dalih “kurang perhatian.” Sebab sejatinya, kesetiaan bukanlah tentang mendapatkan perhatian yang sempurna, melainkan tentang komitmen menjaga kehormatan di saat ujian melanda. Selingkuh bukanlah khilaf yang ringan, melainkan rangkaian dosa yang merusak keberkahan hidup.
Mari kita rapatkan kembali celah-celah hati. Kembalikan segala keluh kesah kepada Allah Sang Pemilik Hati, dan kepada pasangan sah yang telah diikat dengan kalimat-Nya yang suci.
Semoga Allah menjaga rumah tangga kita dari fitnah yang tampak maupun yang tersembunyi.
#MenjagaHati#KeluargaSakinah#WIZ#WahdahInspirasiZakat#AntiSelingkuh#MuhasabahDiri#AdabBercerita#PilarKeluarga
