SIBUK MENGEJAR DUNIA
Seringkali kita terjebak dalam derap langkah yang tergesa, memburu apa-apa yang nampak oleh mata; tumpukan harta, tingginya tahta, atau riuhnya pujian sesama. Kita menyangka itulah puncak keberuntungan, padahal ia hanyalah hiasan yang kerap kali membuat hati kian gersang. Seolah-olah, makna keberkahan hanya disempitkan pada angka-angka di atas kertas atau saldo yang terus bertambah, hingga kita … Baca Selengkapnya
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.