Di tengah riuhnya riak dunia dan bisingnya pikiran yang tak kunjung usai, sering kali kita mencari kedamaian ke mana-mana. Kita bertandang dari satu pelarian ke pelarian lainnya, berharap rasa cemas itu surut. Padahal, jawaban dan muaranya begitu dekat, melekat pada tiap helaan napas yang kita bisikkan.
Ketentraman sejati tak pernah ditemukan pada hal-hal yang fana. Ia hanya hadir saat jiwa ini bersimpuh, menyebut nama-Nya, dan membiarkan hati tertaut erat pada Sang Pemilik Kedamaian.
Sebab hanya dengan mengingat Allah, segaris tenang akan mengalir pelan, memeluk jiwa yang letih, dan menyembuhkan segala riuh yang terpendam.
